TAHU
DIRI
Oleh: Yenti Siti Nuryaman
Matahari
sedang memanggang ubun-ubun. Menertawakan aku yang tengah bersandiwara. Semilir
angin seolah sedang menyombongkan diri dengan menerjang helai demi helai rambut
yang sudah ku tata dengan rapi.
Ku
hela nafas sejenak. Membuang rasa gundah yang sedari dulu mengganjal. Ku
langkahkan kaki meski berat. “Aku harus
terlihat bahagia.” Pikirku.
Seketika,
memori demi memori berhamburan keluar seolah minta dikenang. Namun, ku tepis
dengan rasa HARUS TAHU DIRI. Tiba saat jarak kami hanya beberapa centi saja,
“Selamat ya.” ucapku. Ia hanya tersenyum seolah lupa antara aku dan dia dulu.
Membuatku ingin berteriak menyuarakan isi hati. Namun terlambat, ia sudah
bersanding dengan perempuan pilihannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar